Kamis, 21 September 2017

JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah

Yuuk kita belajar sejarah yg merupakan latar belakang bangsa supaya generasi kita tdk kehilangan arah, dan harus bagaimana generasi penerus harus  bersikap . * INILAH SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DI LUPAKAN OLEH KITA SEMUA.

Tgl 31 Oktober;1948 : Muso di Eksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH.Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

Akhir November 1948 : Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil di Bunuh atau di Tangkap, dan Seluruh Daerah yg semula di Kuasai PKI berhasil direbut, antara lain : Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lain'y.
Tgl 19 Desember 1948 : Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

Tahun 1949 : PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dgn disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yg semua'y berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

Tahun 1950 : PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

Tgl 6 Agustus 1951 :Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yg ada.

Tahun 1951 : Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuh'y mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

Tahun 1955 : PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

Tgl 8-11 September 1957 : Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasi'y, tapi ditolak oleh Soekarno.

Tahun 1958 : Kedekatan Soekarno dgn PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

Tgl 15 Februari 1958 : Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontak kan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

Tanggal 11 Juli 1958 : DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

Bulan Agustus 1959 : TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dgn demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

Tgl 17 Agustus 1960 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dgn dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

Medio Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dgn keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

Bulan April 1962 : Kongres PKI.

Tahun 1963 : PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dgn Malaysia, dan mengusulkan dibentuk'y Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

Tgl 10 Juli 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

Tahun 1963 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH.Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH.Isa Anshari, KH.Mukhtar Ghazali, KH.EZ. Muttaqien, KH.Soleh Iskandar, KH.Ghazali Sahlan dan KH.Dalari Umar.

Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

Tgl 6 Januari 1965 : Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

Tgl 13 Januari 1965 : Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanita'y, dan jg merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injak'y.

Awal Tahun 1965 : PKI dgn 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

Tgl 14 Mei 1965 : Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

Bulan Juli 1965 : PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota'y di Pangkalan Udara Halim dgn dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

Tgl 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

Tgl 30 September 1965 Pagi : Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

Tgl 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut jg GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayat'y ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT.Haryono, Letjen S.Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. PKI jg menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yg sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr.J.Leimena yg bersebelahan dgn Rumah Jenderal AH.Nasution. PKI jg menembak Putri Bungsu Jenderal AH.Nasution yg baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi Perisai Ayahanda'y dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhir'y wafat pd tanggal 6 Oktober 1965.
G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain : Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. Angkatan Udara : Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.

Tgl 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta jg Membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuk'y DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil Alih Kekuasaan.

Tgl 2 Oktober 1965 : Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

Tgl 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

Tgl 13 Oktober 1965 : Ormas Anshar NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

Tgl 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshar Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshar Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshar Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazah'y dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshar yg dibantai, dan ad beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

Tgl 19 Oktober 1965 : Anshar NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

Tgl 11 November 1965 : PNI dan PKI bentrok di Bali.

Tgl 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

Bulan Desember 1965 : Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

Tgl 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.
B
Tgl 12 Maret 1966 : Soeharto melarang secara resmi PKI. Bulan April 1966 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

Tgl 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tdk ada partai yg Pengorbanan'y terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”

Tgl 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH.Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

Bulan Desember 1966 : Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pd tahun 1967.

Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.

Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI. Dari tahun 1968 s/d 1998 Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasiya dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s/d 2015

Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yg dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisanya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI. Sejarah Kekejaman PKI yg sangat panjang, dan jgn biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamanya di negeri tercinta ini..

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua

Rabu, 19 April 2017

Kamu ingin calon suami yang seperti apa?

Dulu cita-citaku sederhana, aku hanya ingin calon suami yang soleh. Tapi seiring bertambahnya usia dan bertambahnya pengalaman (pengalaman orang maksudnya), membuat aku kembali berpikir, memangnya soleh itu seperti apa? Sholat 5 waktunya gak  bolong-bolongkah? Suaranya merdu kalo ngajikah? Dermawankah? Suka ikut kajian sana-sinikah? Atau apa?

Bagiku, ternyata amalan-amalan itu saja ndak cukup. Tapi kita dan pasangan juga harus sefikrah atau se-idiologi (satu cara pandang). Tak bisa dipungkiri bahwa sekarang Islam itu banyak rupanya. Apalagi di Indonesia. Islamnya sih satu, Tuhannya Allah, nabinya Muhammad shalallahu'alaihi wasallam, kitabnya juga sama Al-Qur'an, tapi entah kenapa ko cara pandang umat muslim jadi beda-beda?

Contoh kongkritnya aja pilkada DKI yang lagi in sekarang ini. Al-Qur'annya sama, tapi kenapa umat muslim di satu sisi membenci Ahok tapi di sisi lain justru membelanya? Belum lagi cara pandang mengenai bid'ah, boleh/tidaknya terlibat dalam demokrasi, dan masih banyak lagi. Padahal kita sama-sama umat Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam yang sudah seharusnya menjadikan beliau sebagai suri tauladan (contoh) yang baik. Tapi pada kenyataannya, apa yang dilakukan banyak yang tidak sesuai/tidak dicontohkan beliau.

Nah loh, coba bayangkan kalau kita punya pasangan yang cara pandangnya berbeda? Kalo soal keduniawian sih tak apa, masih bisa ditoleransi, tapi kalo udah menyangkut soal syari'ah gimana? Perihal adaptasi dengan kebiasaan masing-masing aja banyak berantemnya, apalagi adaptasi soal syari'ah? Visi-misi hidup aja kayanya udah beda.

Bagiku, prinsip, cara pandang, dan visi-misi hidup itu adalah suatu hal yang sangat penting dan sangat sensitif. Jadi sebisa mungkin nyari itu yang solehnya sefikrah (satu ideologi). Tapi segala sesuatunya jangan lupa untuk ditawakalkan (diserahkan) kepada Allah. Karena bagaimanapun hanya Allah yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.

Senin, 20 Maret 2017

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Oktbah !

Dapet kiriman ini dari ibu. Karena sekarang aku belum punya anak, maka aku save tulisannya disini, agar bisa dibuka kapan saja dan dimana saja :D

1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Share & Like : http://www.beritaislamterbaru.org/2016/03/menyesal-tidak-mengetahuinya-dari-dulu.html

*Semoga ALLAH SWT menuntun kita sebagai Ortu yang diridhoi-NYA, aamiin*

Senin, 07 November 2016

Karena Masalah Hati itu Ga Bisa Dibercandain

Pernah denger ga orang tua zaman dulu berkomentar kaya gini, beda yah anak zaman dulu dengan sekarang. Dulu mah kalau mau menyatakan cinta teh penuh banget perjuangan. Nyiapin mental dengan sebegitunya, karena ngomongnya secara langsung face to face. Sekarang mah lewat sms, telpon, chat, bahkan ga kenal dan ga pernah ketemu pun bisa tiba-tiba jadian.

Dulu mah cowok itu ga banyak alasan buat segera datang ke rumah, ketemu orang tua si cewek untuk menunjukkan keseriusan. Lah sekarang? Kalo ngapel ngajaknya maen keluar mulu, kalo nganterin pulang ga pamit dulu sama orang tua. Ga mau banget kayanya ketemu sama orang tua teh, dunia emang cuma milik berdua doang yaaa.

Maka jangan heran kalo banyak orang bilang, "Sekarang mah susah nyari yang serius, pengennya having fun aja". Udah terlalu asik menjalani hubungan tanpa komitmen membuat orang lama-kelamaan jadi miskin komitmen dan miskin tanggung jawab. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya meme-meme atau selentingan orang yang ngomong kalo cowok itu suka banget nge-php-in, ngegombalin, ngemodusin, ngeduain, ngeselingkuhin, dan nge-nge yang sejenis lainnya. Emang susah banget yaa kalo berkomitmen ke 1 cewek aja, emang susah banget yaa kalo jaga sikap ke cewek lain? Sebenarnya bukan cowok aja sih, cewek juga banyak yang begitu. Mungkin ingin balas dendam, karena udah keseringan jadi korban hahaha.

Aku sebenarnya suka ga paham sama orang-orang yang ngejadiin "cinta, hati, perasaan" sebagai bahan candaan. Coba kita bisa lihat video-video "lucu" di instagram atau youtub. Misal, ada cowok yang ngegombalin cewek, atau bahkan ada orang nembak terus pas diterima/ditolak bilangnya "Lah jangan terlalu serius jadi orang, itu kan cuma bercanda keleeees!" Atau "April moooop!!" Duh ga lucu banget aslinya. Okey, ga masalah kalo kamu ngegombalin orang yang memang udah fix jadi pasangan kamu, yang bahaya itu adalah kalo kamu ngegombalin orang yang masih menjadi orang lain. Ini nih bukti miskinnya tanggung jawab dari apa yang sudah dilakukan. Seolah-olah lari dari kenyataan. Kenapa? Karena kalo ada apa-apa kamu bisa bilang, "Kamu teh kenapa kan kita cuma temenan?" Pria sejati adalah pria yang bertanggungjawab, bro!

Ini bukan masalah baper atau ga baper, ini masalahnya hati loh gengs. Kamu pernah ngerasain gimana rasanya dipermainkan? Nah ituuuu. Okey bercanda, tapi ga semua hal bisa dibercandain. Hati itu sifatnya sensitif, apalagi buat cewek. Hati itu sifatnya abstrak, kalo sakit, cara ngobatinnya mau gimana coba? Pernah denger kan pepatah tentang wajibnya menjaga lisan. Kenapa? Karena,


Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ayolah, bagaimanapun cewek itu lebih seneng diseriusin daripada cuma dimodusin. Atau mungkin kamu perlu belajar lagi untuk membedakan kebahagiaan yang sifatnya "fana" dan "selamanya".

Senin, 31 Oktober 2016

Tiba-tiba Datang dan Tiba-tiba Pergi dengan Sesuka Hati

Kadang sulit dimengerti, satu sisi aku tahu kamu seperti apa. Pria yang sering mengabaikanku, membuatku tak menentu, dan menunggu dalam ragu.

Berkali-kali aku mencoba untuk berpaling, mencoba untuk melupakanmu. Tapi berkali-kali pula kamu datang membawa ketidakpastian. LAGI!

Dan... entah mengapa aku selalu tak berani menolak kedatanganmu. Padahal aku tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Tak akan jauh dari waktu itu. Tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi dengan sesuka hati. Tak bisakah kau tetap disini lebih lama lagi?

Aku selalu merasa kamu memiliki rasa yang sama, meski pada kenyataannya tidak. Aku selalu berharap kedatanganmu kali ini tidak akan seperti dulu. Kamu akan benar-benar datang, menetap untuk waktu yang lama, dan tak akan pergi lagi.

Tapi... sudahlah, tak banyak yang aku harapkan darimu. Aku tahu kamu tak pernah berniat untuk benar-benar menetap. Kamu selalu datang, kemudian pergi. Terus saja seperti itu. Entah sampai kapan.

Dan... entah sampai kapan pula aku benar-benar berhenti memikirkanmu.

Senin, 15 Februari 2016

Sudah Ingin Menikah atau Sudah Siap Menikah?

"Riksa, sudah siap menikah? Siap dan pengen itu beda yaa :)"

Kurang lebih seperti itulah pertanyaan yang dilontarkan murabbi kepadaku (pementor). Sederhana, tapi ngena. Mungkin sebagian orang menganggap 'siap' itu adalah sudah matang usianya, mapan finansialnya, sudah terkumpul modalnya (emang mau buka usaha), sudah lulus kuliahnya (sejak kapan syarat nikah harus lulus kuliah dulu), dan lain sebagainya. Memang benar, tapi ada yang lebih penting dari itu, apa? 'Ilmu'.

Jika ingin menjadi guru, dokter, dan polisi saja ada sekolahnya, masa untuk menjadi seorang istri/suami gak ada sekolahnya? Sekarang sih ada yang namanya sekolah pra nikah seperti di Salman ITB dll, fikih nikah juga udah banyak dicetak dalam bentuk buku. So jangan khawatir, zaman sekarang mah apapun yang kita butuhkan udah disediakan, tinggal kitanya mau/engga.

Kalau aku, selain baca buku, les juga sama ibu. Mulai dari belajar masak, beres-beres rumah, mengatur keuangan, sampe cara menawar barang kalo lagi belanja ke pasar. Tapi aku orangnya moody-an, kalau udah datang rasa males, yaudah jadi males ngapa-ngapain. Males masak, males beres-beres, males tidur, males makan, untung gak males nafas.

Di rumah aku punya 2 orang adik dan 1 orang ayah. Mereka semua laki-laki. Kata ibu, sebelum kamu menghadapi suami, belajar dulu menghadapi ke-3 laki-laki itu. Kalau masih sering berantem, artinya kamu belum lulus. Yaa itung-itung simulasi kali yaa.

"Adik-kakak yang terlahir dan dididik oleh orangtua yang sama saja pasti banyak berantemnya, entah itu karena beda pengertian atau beda keinginan. Apalagi dengan pasangan nanti, yang terlahir dan dididik oleh orangtua yang berbeda." -Ibu

Kaki itu sepasang, ada kanan dan kiri. Mereka hidup saling berdampingan, dan melangkah dengan tujuan yang sama, yaitu ke depan. Meski begitu, bukan berarti kaki kanan dan kiri harus melangkah secara bersamaan (seperti langkah pocong). Tetap saja, kalau kaki kanan di depan, kaki kiri di belakang, dan begitu seterusnya bergerak secara bergantian. Artinya, meski suami dan istri memiliki tujuan yang sama, tapi prakteknya tidak harus sama semuanya. Masing-masing punya cara, hargai saja. Selagi apa yang dilakukan tidak melanggar syari'at.

Rel kereta api itu ada 2 sisi yang saling berdampingan. Dari dulu, mereka tidak pernah bersatu (paanggang) *kalau bersatu, bukan rel namanya tapi batang besi biasa. Karena mereka tidak bersatu itulah yang menyebabkan kereta api bisa berjalan dan sampai ke tujuannya. Begitu pula dengan hubungan suami dan istri. Meski hidup bersama, cara pandang dan cara berpikir mereka belum tentu sama.

"Menikah itu menyatukan 2 karakter, 2 pola pikir, dan 2 latar belakang"

Selain menyatukan 2 orang, menikah juga menyatukan 2 keluarga. Banyak film-film yang menceritakan perihal kehidupan mertua & menantu. Uniknya, karakter mertua itu selalu menggambarkan orang yang nyebelin, cerewet, banyak ikut campur, jahat, dsb. Jujur saja, kasus-kasus seperti itu membuat aku jadi parno sendiri. Memang hanya film, tapi film juga kan terinspirasi dari kisah nyata, hanya lebih didramatisir aja.

Hmmm sekarang kan aku kuliah di Bandung, aku punya ua yang tinggal di Bandung juga. Kalau weekend aku sering pulang ke sana. Lagi-lagi simulasi, kata ibu aku harus belajar memposisikan diri sebagai seorang menantu yang sedang tinggal di rumah mertuanya. Seperti jangan tidur lagi kalo udah sholat subuh, bantuin beres-beres rumah, bantuin masak, bantuin ngabisin makanan (yang ini bonus).

Selain ilmu, persiapan mental juga gak kalah penting. Jangan mentang-mentang sekarang banyak publik figur (bukan artis doang yaa) yang menikah muda, banyak meme yang manas-manasin kita buat segera menghalalkan/dihalalkan si dia, atau mungkin lingkungan teman-teman kita sudah banyak yang menikah juga. Akhirnya semua itu membuat kita jadi gak mau ketinggalan dan ingin ikut-ikutan. Padahal secara pribadi, mental kitanya mah belum siap sama sekali. Waaaah itu juga bahaya. Ternyata menikah tidak semudah beli bala-bala di Mak Konih yaaa.

Sekarang usiaku sudah menginjak 21, menurut ilmu Psikologi yang kupelajari, usia 21 itu termasuk ke dalam kategori dewasa dini, dengan tugas perkembangannya adalah mencari pasangan hidup dan membina rumah tangga. Jadi yaa emang udah saatnya hehehe. Entahlah, manusia hanya bisa berdoa dan berencana, Allah yang menentukan. Semoga Allah memberikan kebaikan untuk kita di mana pun juga dan menjadikan kita ridha menerimanya. Aamiin :)

Jumat, 12 Februari 2016

Kau, Jawaban atau Hanya Sebatas Ujian

Skenario Allah itu selalu indah, meski kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi setelah ini, dan apa yang akan terjadi dengan kita di kemudian hari. Tak apa, karena aku selalu menunggu kejutan-kejutan manis dari-Nya. Apa pun itu, aku selalu percaya bahwa endingnya pasti akan happiness.

Dan kamu, iya kamu. Aku mohon menjauhlah, karena aku mulai memikirkanmu. Aku tahu ini hanya ilusi, tidak pasti. Masih mengawang-awang, dan tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Hidup memang teka-teki. Apa hanya aku yang merasakan ini? Bagaimana denganmu?

Kau harus tahu, bagaimana rasanya meminta keyakinan dalam mengambil sebuah keputusan. Setelah aku yakin, tiba-tiba kau datang membawa sebuah cerita yang ingin dibagi. Mungkinkah ini jawaban? Atau hanya sebatas ujian?

Jika memang ujian, tolong pergilah! Pergi jauh-jauh dan jangan kembali lagi. Jangan menggangguku, jangan mengganggu pikiranku. Agar aku bisa fokus untuk ikhlas, agar jawaban yang sebenarnya bisa datang dalam keadaan hati yang sedang lapang.