Jumat, 05 Juni 2015

Remaja dari Sisi Psikologis

Remaja. Sering denger kata "remaja" kan ya, tapi sebenernya apasih remaja itu? Menurut bahasa latin, remaja itu disebut "adolescence" yang artinya tumbuh menjadi dewasa. Remaja juga disebut transisi dari masa anak menuju masa dewasa. Jadi remaja itu apa? Anak-anak bukan, dewasa juga bukan.

Nah dilihat dari ilmu psikologi, remaja itu kematangan kognitifnya berkaitan dengan kapasitas berpikir abstrak, kemampuan emosional ditunjukkan oleh kemampuan menemukan identitas diri dan lebih mandiri, mengembangkan sistem value dan membentuk relasi dengan lebih matang. Menurut Diane E. Papalia, sebenarnya tidak ada batasan pasti mengenai usia remaja, hanya saja berkisar 12/13 tahun sampai 20 tahunan.

Menurut Erikson, tahap perkembangan masa remaja adalah tahap identitiy vs role confusion. Pencarian identitas disini didefinisikan Erikson sebagai konsepsi tentang diri, penentuan tujuan, nilai, dan keyakinan yang dipegang teguh oleh seseorang.

Perlu kita ketahui bahwa remaja tidak membentuk identitas mereka dengan meniru orang lain, tetapi dengan memodifikasi dan mengorganisasi kemampuan, kebutuhan, ketertarikan, dan hasrat mereka sehingga dapat diekspresikan dalam konteks sosial.

Kesetiaan yang dimiliki remaja merupakan perpanjangan dari trust (rasa percaya di masa bayi kepada orang tua). Jika trust terpenuhi di masa bayi, maka di masa remaja, ia akan fidelity (percaya) kepada orang yang dicintainya.

Ketika sharing perasaan dan pemikiran, remaja akan memperjelas identitas diri melalui refleksi dari mata orang yang dicintai. Walaupun demikian, intimacy pada masa remaja berbeda dengan mature intimacy pada masa dewasa yang menuntut komitmen, pengorbanan, dan kompromi.

#Wallahualam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar